Categories :

Review Belajar Digital Marketing di RevoU

Gue mulai belajar digital marketing dan mempraktekkannya di tahun 2005, dimulai dari iseng-iseng menulis di blog dan 2006 berkenalan dengan adsense dan juga Google Adwords. 

Mungkin seperti kebanyakan orang di tahun 2005, memiliki blog adalah sesuatu yang keren, mampu membangun authority, kadang juga expertise jika memang blog postnya di expose website dengan niche yang sama, dan satu lagi, aktifitas blog walking yang ternyata sangatlah menyenangkan.

Sempat juga membuat website yang berisikan tutorial dan tips seputar komputer, Linux dan Internet di tahun 2006, tentu saja dengan niatan ingin mendapatkan uang jajan tambahan dari Google Adsense sambil menerapkan teknik-teknik SEO, tapi memang, mempunyai blog dan menulis blog adalah dua hal yang jauh berbeda. Konsistensi adalah kunci sukses blogging.

Karena konsistensi itulah, aktifitas blogging tadi tidak bertahan lama, hanya 2 tahun, tapi menyimpan banyak pembelajaran soal digital marketing, khususnya Search Engine Optimization dan Search Engine Marketing dengan rajin mengikuti forum-forum dan pengalaman blogger lain.

Long story short, pandemi covid19, diluar dugaan mampu memaksa transformasi digital di hampir semua aspek kehidupan, semua serba online. Sepertinya, pandemi memberikan momentum untuk bisnis IT consultation yang baru gue rintis di Desember 2019 agar bisa lebih punya traksi.

Mulailah gue ingat-ingat lagi teknik SEO dan SEM yang sempat gue pelajari, termasuk memulai juga belajar marketing digital via Instagram, lagi lagi semuanya berdasarkan pengalaman, bukan best practice, dan seperti bisa ditebak, SEO dan SEM sudah banyak berubah, dan dipaksa belajar lagi hal baru untuk bisa ikuti perubahan.

Hasil dari berbulan-bulan membaca artikel di Moz.com, blog alexa.com, Google Webmaster Guide, dan ngobrol dengan beberapa kenalan yang bekerja sebagai praktisi SEO berhasil gue terapkan dan lumayan ada hasilnya. Traffic perlahan naik, sales juga bertambah walau tidak banyak. Satu hal yang gue ingat dari proses itu adalah minimnya guidance belajar digital marketing yang benar, semuanya berasa tersebar dan mesti mengira-ngira sendiri bagusnya mulai dari mana.

Di momen itu gue putuskan untuk mencari mentor atau tempat belajar yang terbukti mampu memberikan arahan jelas, dan materinya diberikan oleh pengajar/mentor yang berpengalaman. Setelah gue coba cari cari di Google, ada ketemu beberapa review tempat kursus yang sepertinya cukup oke, salah satunya adalah RevoU dan Purwadhika, dan ga perlu waktu lama, gue coba kontak masing-masing dari mereka untuk cari tahu bagaimana program belajar digital marketing tersebut bisa membantu bisnis gue.

Kenapa akhirnya gue memilih RevoU?

Ada banyak hal yang membuat gue pada akhirnya, memutuskan untuk join di program belajar digital marketing dari RevoU, diantaranya:

Cara RevoU Beriklan

Jujur gue cukup terkesan dengan iklan mereka yang cukup nancep. Gue scroll instagram, sering banget iklan RevoU muncul, dan gue rasa, re-targetting mereka cukup bagus disini, sekaligus memberikan contoh nyata, kalo mereka menerapkan ilmu yang mereka ajarkan dengan baik ke bisnis mereka sendiri.

Content Marketing

Content dari iklan mereka cukup bikin gue penasaran, termasuk embel-embel sederet perusahaan besar yang mana pegawainya menjadi mentor di RevoU. Siapa sih yang ga tertarik diajar oleh praktisi dari berbagai startup keren Indonesia? Belajar dari praktisinya langsung, termasuk juga dapetin best-practice-nya.

RevoU Labs / Magang

Karena gue menganggap bahwa gue sangat perlu untuk hands-on di digital marketing, RevoU Labs menjadi pilihan yang perlu gue ambil, karena program ini seperti magang dimana siswa akan diberikan waktu 3 bulan untuk bekerja di perusahaan klien RevoU. Jadi, tidak cuma jualan teori, tapi juga praktek langsung di industri.

Durasi Kursus

Tiga bulan belajar teori dan praktek singkat digital marketing, belajar tiap hari dari Senin sampai Jumat, mulai dari jam 19.00 sampai 21.00. Dengan kondisi gue yang pekerja full time dan lagi merintis bisnis sendiri, waktu 2 jam belajar after office hour, masih memungkinkan untuk gue bisa balance antara kerja, belajar dan istirahat. Pun nanti di 3 bulan setelahnya, yaitu saat magang, juga masih menggunakan jam yang sama.

Biaya Kursus

Biaya kursus, ini juga yang perlu gue highlight. Biaya kursus digital marketing RevoU, untuk program full stack digital marketing lebih murah 50% lebih dari Purwadhika, lebih terjangkau buat gue.

Initial Assessment

Initial Assessment. Ibarat SNMPTN, ini ujian masuk yang menurut gue perlu dilakukan agar siswa punya basic skill yang mempermudah mereka untuk mengikuti kursus ini.

Kira-kira 6 hal itulah, plus membaca beberapa review tentang RevoU di website lain, yang akhirnya membuat gue memutuskan untuk join belajar digital marketing di RevoU lewat program mereka Full Stack Digital Marketing.

Kesan-kesan belajar di kelas digital marketing RevoU

Secara umum, review singkat dan pengalaman selama gw belajar di RevoU, gue bisa bilang materinya padat banget, esensial, terstruktur dan melatih berpikir dengan framework yang umum dipakai di industri digital marketing di Indonesia. Hal ini yang rasanya sangat sulit didapat kalo gue ga ikut kelas belajar seperti ini. Gue jadi tahu mesti belajar mulai dari mana dan poin apa yang perlu gue ketahui.

Siswa diajari mulai dari pengenalan metrics penting di digital marketing, seperi ROAS, ROI, CAC, CPC termasuk pengenalan marketing funnel dan menerapkan marketing funnel serta metrics tadi di Facebook Ads/Google Ads.

Belajar tentang teknis Facebook Ads dan Google Ads, terutama best practice industri yang dipakai dalam menentukan target market, selain itu juga belajar tentang Ads strategy, yang bertujuan agar siswa ga hanya sekedar pasang iklan, tapi juga tau membuat struktur iklan yang benar, termasuk optimasi, benerin Ad copy dan wording di website (landing page).

Selain SEM, dan Ads, siswa juga belajar SEO, content marketing dan CRM. Memang sih, dibagian ini berasa materinya jadi padat banget dan agak susah diterapkan, karena di area tersebut bahasannya memang sangat luas dan lebih kepada pengalaman. Untungnya, siswa diajari basic frameworknya dengan jelas, dan bisa jadi patokan untuk kita belajar mandiri lebih dalam.

Dari sudut pandang gue sebagai pekerja full time dan gue juga ga punya background marketing sedikitpun, belajar digital marketing di RevoU memberikan gue banyak wawasan dan ilmu baru, itu udah pasti, hal lain yang ga kalah penting adalah relasi, gue jadi punya banyak kenalan baru. Seru banget.

Trus Kesimpulannya?

So, buat kalian yang pengen belajar digital marketing, tapi masih kerja full time dan belum punya basic marketing, kalo gue boleh kasih pendapat, lebih baik kalian ikut program seperti ini, karena kalian akan dapat materi pembelajaran yang terstruktur, juga poin-poin yang penting untuk kalian biasa pelajari lebih dalam lagi kedepannya secara mandiri.

Dan belajar seperti ini ga mesti di RevoU ya, bisa di tempat kursus digital marketing online lain juga, at least dengan mempertimbangkan hal-hal yang udah gue sebutkan diatas dan paling penting coba cek kurikulumnya, apakah masih sesuai dengan tuntutan industri atau ngga.

Sekian review singkat pengalaman belajar digital marketing di RevoU. Semoga bermanfaat ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *