Categories :

Kursus Digital di Era Pandemi

Adopsi internet kian masif di tahun 2020 dan 2021 dengan cara yang tidak terduga, begitu juga dengan kursus digital.

Tidak ada satu institusipun (setidaknya di Indonesia), yang bisa memaksa, untuk segera beralih dari konvensional ke berbasis online. Pandemi mengubah segalanya.

Pandemi pula yang membuat booming apapun urusan yang mesti dilakukan secara online, kursus digital adalah salah satu yang ikutan booming.

Dari awalnya kelas zoom yang umumnya dua arah, hingga sekarang populer kelas online yang makin banyak dengan nonton video saja, satu arah.

Ruangguru, Zenius, Purwadhika, Quipper adalah beberapa “raksasa” baru di dunia edukasi online, begitu sebutan dari beberapa orang.

Ceruk berupa pangsa pasar besar menanti mereka, menurut sebuah studi, Indonesia punya market e-learning mencapai 25% tiap tahun, luar biasa.

Tapi apakah e-learning Indonesia hanya untuk pemain besar? Tentu saja tidak. Khusus untuk pasar dengan niche unik seperti digital marketing, dan web development, pasarnya terbuka lebar dan belum banyak digarap oleh raksasa tadi.

Ambil contoh RevoU yang awalnya adalah online course berbasis zoom meeting seperti kelas kuliah pada umumnya

RevoU mengajarkan materi unik, digital marketing, atau setidaknya menurut mereka, full stack digital marketing. Sebuah paradigma baru yang belum tersedia kurikulum dan jurusannya di kampus-kampus Indonesia.

By the way, artikel ini bukan paid content untuk RevoU ya, hanya review singkat saja sebagai gambaran untuk kursus online digital marketing.

Digital marketing adalah topik yang dinamis, berkembang seiring zaman dan menuntut pengalaman dari pengajarnya jika ingin membuka kelas.

Tidak seperti kelas bisnis, yang banyak pengajarnya bahkan belum punya bisnis, kursus digital marketing di RevoU diajar oleh praktisi dibidangnya, dan dengan materi yang telah dipersiapkan sehingga dianggap mampu menggambarkan dunia kerja di bidang digital marketing.

Terlepas dari strategi marketing yang awalnya MLM alias marketing lewat mulut, RevoU mampu meyakinkan banyak orang untuk bergabung menjadi siswa, lengkap dengan program magang dan tips bagi pencari kerja. Sebuah program yang spesial, dengan materi spesial dan ditujukan untuk generasi spesial pula.

Lihat juga program kursus online yang lebih kecil lagi, semisal kelaswordpress.my.id dan habiskerja.com, walaupun kebanyakan berupa menonton video, tapi program yang ditawarkan memang menarik banyak orang, misal, membuat website sendiri menggunakan WordPress, dengan embel-embel, bisa mendapatkan proyek pembuatan web minimal 1.5 juta

Kursus Digital marketing di Era Pandemi

Untuk sebuah kelas menonton video membuat web berbasis WordPress, harga yang ditawarkan berkisar 100an ribu rupiah, dan itu sekali bayar. Jika ditambah dengan potensi mendapatkan proyek senilai minimal 1.5 juta, tentu saja kelas ini banjir peminat. Modal tidak sampai 200 ribu tapi dapat proyek senilai 1.5 juta, siapa yang ga mau.

Kelas-kelas kecil seperti ini menawarkan solusi yang seringkali dilupakan oleh pemain pemain besar yang sudah mapan dengan program besarnya, dan lupa dengan detail teknis.

Seperti halnya memasak dan kelupaan memberi garam, kelas digital marketing yang mengajak belajar SEO tapi tanpa praktek membuat konten blog untuk bersaing dan belajar SEO blog sembari menggunakan tools de facto semacam Yoast, juga akan berasa hambar, dan monoton.

Begitu pula kelas-kelas online lain. Teori-teori yang diberikan dikelas akan jauh lebih bermanfaat dan mudah diingat jika diiringi dengan praktek nyata, dengan studi kasus yang masuk akal.

Kursus digital di era pandemi sepertinya masih akan terus bertumbuh, dan diprediksi menjadi salah satu bisnis yang memungkinkan munculnya startup unicorn baru di Indonesia.

Sebuah berita yang tentu saja menggembirakan, setidaknya itu membuktikan, belajar tidak selalu harus duduk di bangku sekolah, tapi jangan lupa, detail kecil dari teknis pelaksanaannya bisa membuat experience belajar online itu jadi baik atau buruk.

Devil is in the details.

Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *