Categories :

Belajar SEO: Pilih WWW atau Tanpa WWW ?

Mana yang lebih bagus, sebuah blog dengan prefix www atau tanpa prefix www ? Artikel Belajar SEO: Pilih WWW atau Tanpa WWW akan membahasnya untuk kalian.

Mungkin bagi sebagian orang yang baru pertama kali ingin membangun website atau blog akan menghadapi pertanyaan seperti berikut:
1. Perlukah menggunakan prefix WWW ?
2. Apa yang terjadi jika tidak menggunakan prefix WWW ?
3. Manakah yang lebih baik dari sudut pandang SEO ?
4. Apa keuntungan menggunakan WWW atau tanpa WWW ?

Mari kita bahas satu persatu, kita mulai dulu dari pertanyaan paling mendasar.

Apa yang membedakan WWW dengan non WWW ?

Secara teknis WWW adalah sebuah subdomain, sedangkan tanpa WWW adalah naked domain. Contoh paling mudah adalah blog ini sendiri, www.antiribet.club, yang merupakan sebuah subdomain dari antiribet.club, se-sederhana itu teman-teman.

Apa yang terjadi jika tidak menggunakan prefix WWW ?

Oke, mungkin dari kalian bertanya, memangnya ada apa dengan subdomain dan naked domain? Kan kita cuma mau bikin blog, kenapa ribet? Well, bukan antiribet.club namanya kalo ga kasih penjelasan yang mencerahkan.

Jadi begini, anggap saja kalian pemilik dari antiribet.club dan ingin membuat blog seputar digital marketing. Membuat blog, bagi kebanyakan orang berarti ingin blog yang dibuat itu ramai pengunjung, ada kebanggaan sendiri kalo blognya terkenal dan ramai.

seo blog www dan tanpa www antiribet.club

Anggap saja kalian memulai blog dengan tanpa WWW, cukuplah sebuah A record untuk diarahkan ke https://antiribet.club. Tapi perlu kalian tahu, untuk sebuah blog itu bisa berfungsi itu membutuhkan server dengan sebuah IP. Kalian akan mengarahkan sebuah IP dari sebuah server ke alamat antiribet.club, so far so good, pengunjung kalian masih sedikit tapi terus bertumbuh.

Suatu hari, tanpa disangka, blog antiribet.club menjadi viral, karena membahas materi terhangat di bidang SEO dengan Matt Cutts! Semua orang di Indonesia pengen lihat gimana kalian mewawancara Matt Cutts yang dikenal sebagai dewanya SEO. Singkat cerita, blog kalian, antiribet.club mendapat lonjakan traffic menjadi sekira 10.000 users jika dilihat dari Google Analytics, dan seketika web kalian mendadak tidak bisa diakses. Hang!

Kalian disarankan untuk melakukan scaling blog oleh salah seorang pembaca yang sepertinya mengenal betul seluk beluk infrastruktur web. Scaling, dapat diartikan sebagai upaya memperbanyak jumlah server blog antiribet.club sehingga mampu menampung lonjakan traffic.

Sejumlah server, berarti sejumlah IP, berarti lebih dari 1, lalu bagaimana kalian akan mempergunakan IP yang lebih dari satu tadi, untuk antiribet.club? Mungkin ada yang menjawab, bisa kok IP nya ditambahin jadi lebih dari satu. Betul, itu bisa, tapi bukan seperti itu cara scaling yang benar, karena traffic akan dialihkan dengan cara acak alias round-robin.

Efeknya, bakal ada server yg kena traffic dikit, bakal ada server yg kena traffic terlalu banyak, kalo pengunjung kebetulan dapet server yg trafficnya kebanyakan, ya dia ga bisa baca apa-apa.

Trus, gimana cara yg bener? Gunakan Subdomain!

Ambil contoh kita gunakan subdomain WWW. Umumnya, jika websitenya besar atau ramai, maka kita akan menggunakan loadbalancer (sebuah alat yang bertugas untuk mendistribusikan traffic).

Penerapan loadbalancer adalah dengan menggunakan CNAME dari mesin loadbalancer sebagai record untuk www.antiribet.club, sehingga, jika ada lonjakan traffic, loadbalancer akan mendistribusikan traffic ke sejumlah server blog secara merata, tidak ada lagi pengunjung yang dapat server yang kepenuhan.

Jadi apa kesimpulan yang bisa kita ambil? Pakai saja subdomain (www). Tapi bakalan tetap ada yang bertanya:

“Lah kan blog saya juga belum tentu rame, kalo rame nanti dipikirin lagi.”

Ga salah juga sih berpikir seperti ini, dan ga salah juga kalo kami bilang:

“Pake aja subdomain (www) dari awal, wong gratis juga kok dan ga ribet.”

Manakah yang lebih baik dari sudut pandang SEO ?

Menurut kami, semuanya sama baiknya, tidak ada yang lebih baik dari sudut pandang SEO. Blog yang paling baik, bukanlah blog yang menggunakan WWW atau tanpa WWW, tapi blog yang memberikan manfaat bagi pembacanya.

Secara SEO, yang dilihat adalah konsistensi penggunaannya, jika dari awal sudah menggunakan WWW, terus pakai prefix WWW, begitupun sebaliknya, jika dari awal sudah pakai non-www, teruskan, jangan di campur-campur, nanti Google jadi bingung, ini kenapa blog dengan www dan tanpa www sama-sama bisa dibuka dan isinya sama.

Sudah tahu kan masalahnya? Yup, canonicalization, atau bahasa gampangnya, konten kalian dianggap duplikat! Kalo udah duplikat begini, akhirnya kalian terpaksa, pasang plugin Redirection dan pakai redirect 301.

Apa keuntungan menggunakan WWW atau tanpa WWW ?

Buat kami, keuntungan menggunakan prefix WWW adalah lebih kepada sisi teknikal, blognya sudah selangkah lebih siap untuk di scale jika nanti ada kebutuhan kearah sana.

Secara SEO juga sama saja, ga ada yg di istimewakan, jika merujuk pada penjelasan diatas. Secara SSL juga semua domain bisa dipasangin SSL kok, sama sekali ga ada masalah.

Sebenernya, www atau tanpa www ini lebih ke permasalahan selera. Tapi ngomongin soal selera, tiap orang boleh lho punya selera beda.

Cheers!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *