Categories :

Belajar SEO Part 2: Gunakan Long tail Keyword

Setelah sebelumnya kita belajar SEO dengan membahas canonical url, sekarang kita lanjut dengan pembahasan kedua, Menggunakan Long tail Keyword.

Kesimpulan: Gunakan long tail keyword, terutama jika yang di target adalah pertumbuhan traffic sebuah e-commerce, karena semakin spesifik keyword, semakin besar pula niat orang untuk membeli produk.

Neil Patel

Sebelum kita bahas apa itu long tail keyword serta definisi dari long tail keyword, coba pikirin, kenapa pengunjung bisa mampir ke website kalian? Cara terbaik adalah dengan membaca datanya dari Google Search Console, tapi sebelumnya kalian perlu hubungkan website dengan Google Search Consolenya ya, kita bahas ini di artikel berikutnya.

Mungkin ada yang tanya, kenapa yang terbaik itu dari Google Search Console (GSC) ? Bisa dibilang, GSC track query apa aja yang orang ketikkan di Google Search dan akhirnya mampir ke website kalian. Dari sini kita ga perlu pakai tools lain atau main tebak-tebakan.

Oke, jika kalian sudah hubungkan website dengan GSC, coba perhatikan di bagian Performance, disana akan ada data berdasarkan query di Google Search dan apakah ada klik yang mampir ke website kalian. Perhatikan dan catat 3 query teratas berdasarkan klik dan catat juga volumenya.

Apa itu Long tail Keyword?

Lanjut dulu ya ke pengertian Long tail keyword, kita pakai bahasa sederhana aja, Long tail keyword bisa diartikan sebagai keyword yang spesifik diketikkan di search engine dengan niat untuk mencari penjelasan.

Sebagai contoh, “digital marketing” itu adalah sebuah keyword, sementara “apa itu digital marketing” adalah sebuah long tail keyword, long tail keyword lebih digunakan untuk mencari penjelasan dari kata kunci yang diketikkan.

Perbandingan dengan Short Tail?

Ketika kita melakukan keyword research, baik untuk keperluan iklan di Google Ads atau untuk mencari bahan menulis artikel di blog, seringkali kita ketemu yang namanya short tail atau head keywords. Head atau short tail keywords punya search volume yang sangat besar dan ini menarik perhatian untuk sebagian besar marketer.

Satu hal yang sering dilupakan, ketika kita melihat search volume yang besar dari sebuah keyword adalah soal persaingan. Jika di Google Ads, search volume yang besar juga berarti hampir identik dengan bid berbiaya tinggi, di SEO juga hampir sama kasusnya, search volume besar hampir identik dengan keyword difficulties yang tinggi dibandingkan dengan search volume keyword yang lebih rendah.

Kenapa Long tail Keyword Jadi Sangat Penting?

Apakah karena keyword difficulties yang rendah jadi lebih mungkin untuk bersaing dan punya kemungkinan untuk rangking lebih bagus di SERP? Jawabannya tidak hanya itu.

Realitasnya, 95.8% pencarian di Google adalah keyword dengan 4 kata atau lebih, berdasar data menurut highervisibility.com. Sekali lagi hal ini membuktikan bahwa kecenderungan manusia untuk mencari hal hal spesifik, dan itu tertangkap di Google search. Selain itu, karena pencariannya juga semakin spesifik, orang yang mencari dengan keyword tersebut lebih mungkin untuk punya buyer intent.

Contoh, orang yang mencari dengan keyword “apa itu digital marketing” belum tentu sama intention-nya dengan orang yang mencari keyword “contoh pekerjaan di digital marketing” atau “kursus online digital marketing” ada banyak peluang disini, khususnya bagi para blogger.

Contoh lagi, sebuah keyword “VPS Terbaik” dibandingkan dengan “VPS USA Murah Kualitas Terbaik”. Dari situ bisa terlihat keyword mana yang mengindikasikan orang yang berniat membeli VPS? 

Long tail keywords seringkali punya indikasi bahwa pencarian dengan keyword itu lebih mungkin untuk beneran jadi pembeli dari sebuah produk, dan itu artinya cocok digunakan dalam konten, termasuk konten blog jika tujuan penulisan artikelnya untuk conversion.

Kalau tujuannya bukan untuk conversion tapi lebih brand awareness, kalian bisa bikin artikel yang tentunya menjelaskan tentang brandnya secara umum, sebagai contoh, antiribet.club ingin punya konten-konten dengan tema utama digital marketing, artikel yang bisa dibuat salah satu contohnya tentang “tutorial cara beriklan di tiktok” atau artikel tentang “Berapa Gaji Social Media Organic Specialist”.

Bagaimana mengintegrasikan Long tail Keyword dengan artikel?

Artikel, sebagaimana tujuannya adalah memberikan informasi kepada orang lain, itu berarti penulisannya tidak bisa sembarangan, dan begitu juga dengan long tail keyword, kalian ga bisa hanya selipkan long tail keyword ke artikel tersebut secara serampangan.

Ada beberapa cara untuk mengintegrasikan dengan artikel, antara lain:

  1. Tetapkan tujuan dari konten marketingnya, apa sih yang ingin anda capai dengan menulis artikel itu? Cara terbaik menulis kontennya adalah coba tempatkan diri kalian sebagai orang yang mencari artikel yang kalian tulis, apakah keywordnya terlihat cocok? Semuanya adalah tentang membuat artikel yang cocok dengan apa yang orang cari.
  2. Buat user persona, mungkin ini terdengar berlebihan, tapi sebenarnya ini membantu penulis sendiri, untuk memahami, orang seperti apa yang akan mencari artikel ini, gimana gaya penulisannya, termasuk juga materinnya, sehingga artikelnya akan menarik bagi orang tersebut.
  3. Riset, riset dan riset. Ini mungkin bagian yang paling banyak menghabiskan waktu, dimana kalian harus mencari long tail keyword yang cocok, tidak perlu cari search volume yang besar, karena yang kita target adalah buying intention/conversion rate yang tinggi dari keyword tersebut. Gunakan Google Keyword Planner, jika kalian punya budget lebih, boleh gunakan Moz atau ahrefs atau SemRush.
  4. Teknis menulis konten, disini maksudnya adalah lebih ke arah marketing funnel. Jika anda blogger dan diminta untuk menulis artikel promosi, sebaiknya gunakan marketing funnel, sehingga lebih terarah, dan tidak melakukan keyword stuffing. Aturan umumnya adalah untuk artikel dengan 2000 kata, gunakan 10-20 fokus keyword, dan paling penting buat kontennya se-natural mungkin.

Long tail keyword seharusnya menjadi bagian penting dari strategi pembuatan artikel, utamakan kualitas ketimbang kuantitas, sehingga orang lain betah membaca dan dengan sendirinya akan tertarik untuk membaca artikel yang lain

Sampai sini dulu ya bahasan tentang belajar long tail keyword, di artikel selanjutnya kita akan bahas lebih ke tekninal, tentang belajar menemukan long tail keyword yang diharapkan akan well perform.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *